Setelah seminggu terlarut dalam dunia sendiri kuliah tidur kuliah tidur, akhirnya gue memutuskan buat nulis lagi setelah selesai membaca novel ini. Indiana Chronicles : lipstick.
Ide yang menarik. Clara Ng bahkan bisa mengubah sebuah barang simple "Lipstick" sebagai dasar pembuatan novel yang dari seri awalnya pun udah gue bilang "cewek banget".
Kisah perjalanan seorang Indiana yang saat ini menjadi seorang jurnalis, pertemuannya dengan orang2 baru, dan kisahnya dengan Francis yang tentu saja masih berlanjut dari seri pertamanya.
Lipstick yang patah, yang berarti mitos jelek yang ternyata membawa segenap malapetaka bagi seorang indiana itu disuguhkan dengan bahasa yang unik dan ya tentu saja membuat pembacanya akan cengar cengir sendiri di depan buku yang sedang dibacanya.
Tapi sayangnya, hal yang sangat gue sesalkan dari buku ini adalah, "kemana hilangnya semua penyelesaian?" WeLl, tentu saja tidak semua sih, tapi banyak teka teki yang masih tidak terjawab sampai terselesaikannya buku ini, mungkin karna kebanyakan event "malapetaka" yang langsung nimbrung jadi 1 klimaks membuat klimaknya jadi gak dapet.
Chicklit, memang seperti diary, tapi ya itu tadi, eventnya jadi gak fokus kemana arahnya dan mana penyelesaiannya karena terlalu susul menyusul. But overall, ini masih buku yang sukses bikin ngakak sendiri. Hahaha
Boleh dicoba untuk dibaca buat para penggemar chicklit. I am not one of them, but i still read this book. :)
No comments:
Post a Comment